AMUNTAI (eMKa) — Komisi II DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tekankan agar keberangkatan jemaah haji Kabupaten HSU nanti dapat diselenggarakan dengan profesional.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD HSU, H Mukhsin Haita pada rapat bersama pihak eksekutif terkait pembahasan persiapan keberangkatan jemaah haji HSU tahun 2026. Ruang rapat gedung baru DPRD setempat, Kamis (9/4).
Mukhsin menegaskan jangan sampai rangkaian kegiatan keberangkatan haji ini nanti membebani jemaah.
“Jemaah kelelahan karena terlalu banyak seremonial. Kalau bisa diringkas saja, kasihan jemaah,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kesiapan jadwal yang matang guna mengantisipasi perubahan. “Jadwal yang belum pasti ini perlu direkayasa sejak awal, sehingga jika ada perubahan bisa segera diakomodir,” tegasnya.
Anggota DPRD HSU, H. Teddy Suryana, menegaskan bahwa rapat ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik, khususnya penyelenggaraan ibadah haji.
“Banyak aspirasi masyarakat yang masuk ke DPRD, sehingga rapat ini menjadi bahan evaluasi. Kami menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan jemaah, terutama lansia. “Kami minta agar pemeriksaan kesehatan benar-benar optimal dan lansia mendapat pendampingan khusus,” tambahnya.
Teddy juga menegaskan kesiapan DPRD dalam mendukung penyelenggaraan haji. “Kami mengoptimalkan fungsi pengawasan. Ini perdana Kemenhaj mandiri sebagai pelaksana, silakan koordinasi dengan kami, kami siap membantu,” tegasnya.
Melalui rapat ini, DPRD HSU menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga legislatif, tetapi juga sebagai pengawas kebijakan dan pelayanan publik agar seluruh proses penyelenggaraan haji berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah.
Menanggapi masukan DPRD ini, Kepala Bagian Kesra Setdakab HSU Rohim, menyampaikan bahwa berbagai masukan dalam rapat akan ditindaklanjuti.
“Fasilitasi keberangkatan dan kepulangan menjadi tanggung jawab Pemda. Tahun ini juga disiapkan pakaian sasirangan sebagai identitas jemaah HSU dari Amuntai ke Embarkasi Banjarmasin,” bebernya.
Sementara, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten HSU, H. Hapizi, menyampaikan bahwa kuota jemaah haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Untuk Kalimantan Selatan, kuota naik dari 3.818 menjadi 5.187 jemaah. Sementara itu, Kabupaten HSU mendapatkan alokasi sebanyak 504 jemaah, meningkat dari sebelumnya sekitar 300 orang.
“Keberangkatan akan dibagi menjadi tiga kloter, yakni kloter 11 pada 7 Mei 2026, kloter 16 pada 14 Mei 2026, dan kloter 19 pada 20 Mei 2026. Kloter 11 full jemaah HSU sebanyak 355 orang, kloter 16 sebanyak 140 orang, dan kloter 19 sebanyak 9 orang yang akan bergabung dengan Kabupaten Balangan,” jelas H. Hapizi.
Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh persiapan administrasi seperti pelunasan, pemeriksaan kesehatan, manasik haji, hingga pengurusan paspor dan visa telah rampung. “Tinggal distribusi koper dan tas yang masih dalam proses pengiriman,” tambahnya.
Lebih lanjut, H. Hapizi mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah dan lintas instansi dalam penyelenggaraan haji tahun ini. “Koordinasi dengan Pemda sangat luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bagian Kesra, Dinas Kesehatan, Dishub, Satpol PP, Kominfo, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan maksimal,” ujarnya. (yie/jrx).

