UMKM di HSS Berkembang Pesat, Produk Khas Daerah Rambah Pasar Luar Provinsi

KANDANGAN (eMKa) – Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menunjukkan perkembangan dan perbaikan yang signifikan, hingga berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Kabid Koperasi Usaha Mikro, Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disnakerkop UKM) HSS, H.M Afif Bizri, menjelaskan selama ini pihaknya terus berperan aktif dalam memberikan bimbingan kepada pelaku usaha.

“Kita menjalankan beberapa langkah strategis untuk memajukan UMKM daerah, dengan mendorong mereka untuk mengikuti trend digital dan teknologi baru hingga produk UMKM HSS sudah merambah pasar luar provinsi,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/2).

Hingga kini bebernya dampak dari upaya tersebut sudah terlihat nyata, dengan semakin banyaknya toko oleh-oleh khas HSS yang menawarkan produk dengan variasi menarik. Tidak hanya itu, jangkauan pemasaran juga telah melampaui batas kabupaten hingga menjangkau wilayah luar Provinsi Kalimantan Selatan.

Beberapa upaya yang telah dilakukan Disnakerkop UKM papar Afif Bizri meliputi Peningkatan SDM untuk pelaku usaha dengan melaksanakan rangkaian pelatihan, training, sosialisasi, serta pendampingan langsung bagi pelaku usaha.

Pihaknya juga menerapkan Akses Keuangan dengan menyelenggarakan bisnis matching dan bekerja sama dengan perbankan untuk menyediakan fasilitas pinjaman dengan bunga 0%.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pendampingan daam pembuatan Legalitas Usaha bagi pelaku UMKM dengan memfasilitasi pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran hak merek, dan proses sertifikasi halal.

Hingga Promosi Produk pun tambahnya juga diberikan pendampingan dan pengarahan seperti melakukan promosi digital melalui media sosial resmi Pemkab HSS dan akun aparatur sipil negara (ASN), serta mengikuti berbagai ajang pameran dan expo di tingkat lokal, regional, hingga nasional.

Berdasarkan data enumerator yang telah dilakukan, saat ini terdapat sekitar 23 ribu pelaku UMKM yang terdaftar di Kabupaten HSS.

Pada tahun 2026, sebanyak 758 pelaku usaha mendapatkan pembinaan khusus, dengan rincian 38 di antaranya dibina melalui inkubator bisnis DOPAT dan 58 lainnya melalui inkubator bisnis WINKUBI. (wan/jrx).


Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *