PARINGIN (eMKa) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki tahap pendataan untuk seluruh madrasah di Kabupaten Balangan. Kegiatan ini dilakukan melalui dashboard Madrasah Sehat dan menjadi kewajiban bagi setiap lembaga pendidikan madrasah, tanpa terkecuali.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Balangan, Harmainor, menyatakan bahwa baik madrasah yang sudah menerima bantuan MBG maupun yang belum, harus segera mengakses dan mengisi data tersebut.
“Baik sudah maupun belum menerima program, semua madrasah wajib mengisi data. Ini berkaitan dengan kelengkapan data daerah kita, jadi tidak bisa dipilih-pilih,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/12).
Menurutnya, sistem pendataan yang dibuat Kementerian Agama telah dirancang secara cerdas untuk mengenali kondisi masing-masing madrasah. Madrasah yang sudah menjadi penerima akan diminta mengisi seluruh rangkaian pertanyaan, sedangkan yang belum menerima hanya perlu melengkapi bagian awal hingga sistem secara otomatis menutup form dan kembali ke halaman utama.
“Baik satu maupun lainnya, data akan tercatat dengan baik. Yang menjadi masalah adalah jika ada madrasah yang sama sekali tidak mengakses dashboard tersebut, karena itu berarti mereka tidak memberikan data dan hal ini tidak dapat diterima,” tegas Harmainor.
Pendataan MBG ini merupakan bagian dari upaya pembaruan data nasional, yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program saat ini, memperluas jangkauan penerima, serta menyusun kebijakan berikutnya dalam rangka meningkatkan kesehatan peserta didik. Oleh karena itu, setiap madrasah diminta untuk menjalankan tugas ini dengan serius, tepat waktu, dan memastikan setiap data yang diisi benar dan valid.
“Data yang terkumpul akan menjadi dasar strategis dalam menetapkan kuota dan prioritas penerima MBG untuk periode mendatang,” ujarnya.
Harmainor juga mengingatkan pentingnya kerja sama dan koordinasi antar-kepala madrasah serta dengan pihak kecamatan agar tidak ada kendala teknis saat mengakses dashboard.
“Saya mengharapkan semua pihak terkait – mulai dari kepala madrasah, operator, hingga unsur lainnya – saling mendukung. Pastikan semua madrasah bisa mengakses, memperbarui data, dan segera melaporkan jika menemukan kesulitan. Jangan sampai ada yang tertinggal hanya karena kurang informasi,” pungkasnya. (dri/jrx).

