Sapta Group Gandeng STIE Widya Praja, Usung Rencana Universitas di Paser

PARINGIN (eMKa) – Rencana mendirikan universitas di Kabupaten Paser (Tanah Grogot) semakin dekat dengan kenyataan. STIE Widya Praja Tanah Grogot kini tengah melakukan penjajakan untuk menggabungkan diri dengan kampus milik Sapta Group, sebagai langkah awal mewujudkan perguruan tinggi baru di daerah ini.

Pembahasan langkah strategis tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak penting, antara lain Bupati Paser Fahmi Fadli, owner Sapta Group, Slametno, perwakilan LLDIKTI Wilayah XI, pejabat pemerintah daerah, serta pengurus dari Yayasan Widya Praja Tanah Grogot dan Yayasan Sapta Bakti Pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Slametno menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal penggabungan lembaga. Lebih dari itu, ini adalah komitmen untuk menyediakan pendidikan tinggi yang mudah dijangkau bagi masyarakat Paser, sehingga anak muda lokal tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

“Kita berharap nantinya anak-anak daerah bisa kuliah dengan pilihan yang baik tanpa harus merantau. Ini bagian dari tanggung jawab kita untuk membantu meningkatkan kualitas SDM daerah,” ucapnya, Selasa (24/3).

Sementara Bupati Kabupaten Paser Fahmi Fadli menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, keberadaan universitas akan memberikan dampak positif ganda – memperluas akses pendidikan sekaligus menjadi dasar kuat bagi pembangunan Paser dalam jangka panjang. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan selama prosesnya sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami dukung sepenuhnya. Semoga proses administrasi dan izin bisa berjalan lancar sesuai aturan yang ada,” harapnya.

Ketua Yayasan Widya Praja Tanah Grogot, Suwito, juga mengungkapkan rasa optimisnya. Ia melihat bahwa pengembangan STIE menjadi universitas melalui skema penggabungan ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan daya saing Paser di sektor pendidikan.

Selain manfaat akademik, pendirian universitas juga diperkirakan akan memberikan dorongan pada perekonomian lokal. Aktivitas dari mahasiswa, dosen, dan civitas akademika diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, serta membantu meningkatkan rata-rata lama sekolah yang menjadi salah satu indikator penting dalam perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Berdasarkan kesepakatan yang tengah dirintis:

– Yayasan Widya Praja akan menyediakan dokumen sewa gedung dan lahan seluas minimal 10.000 m² dengan jangka waktu paling tidak 10 tahun.

– Sapta Group akan menangani segala hal mulai dari dokumen pendirian, penyediaan tenaga akademik dan kependidikan, hingga kelengkapan sarana prasarana serta proses perizinan hingga selesai.

Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkan universitas ini adalah antara 6 hingga 18 bulan. Semua pihak berharap proses berjalan mulus, sehingga wacana universitas di Kabupaten Paser bisa segera terealisasi dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh masyarakat. (dri/jrx).


Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *