KPU Balangan dan PWI Bahas Pentingnya Keterbukaan Informasi untuk Legitimasi Pemilu

PARINGIN (eMKa) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Balangan melalui kanal podcast, gelar diskusi mendalam tentang peran strategis media dalam menyukseskan Pemilu, Jumat (19/12).

Acara yang penuh wawasan ini menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Balangan Fitri M. Hidayatullah dan Komisioner KPU Balangan Wahyudi sebagai narasumber yang diskusinya kedua pihak sepakat bahwa transparansi menjadi unsur krusial untuk menghasilkan pemilu yang memiliki kredibilitas tinggi.

Fitri M. Hidayatullah menegaskan bahwa media memiliki wewenang konstitusional sebagai pengawal masyarakat (watchdog). Ia mengingatkan agar KPU tidak hanya membatasi akses informasi pada aktivitas seremonial semata.

“Jika tidak ada keterbukaan mulai dari data mentah, tahapan verifikasi, hingga penghitungan suara, media hanya akan berperan sebagai penyalur rilis pers. Padahal, media bukan sekadar ‘tukang ketik’ – tugas utama kami adalah mendeteksi kemungkinan anomali atau kecurangan sejak awal,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah maraknya hoaks di ruang digital, data akurat dari KPU menjadi senjata paling efektif. Bila akses informasi terhalang, maka legitimasi hasil pemilu di mata publik akan terancam.

“Keterbukaan informasi adalah kunci untuk mendapatkan legitimasi pemilu. Media berperan sebagai jembatan antara publik dan penyelenggara pemilu sekaligus penjaga integritas seluruh proses,” tambah Fitri.

Menanggapi hal itu, Wahyudi menyambut positif masukan dari kalangan pers. Ia mengakui bahwa KPU membutuhkan kerja sama untuk menyebarkan informasi secara maksimal ke masyarakat.

“Kerjasama dan koordinasi dengan media serta organisasi profesi seperti PWI sangat penting bagi kami. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemilu,” ujar Wahyudi. (dri/jrx).


Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *