PARINGIN (eMKa) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada dan siaga, mengingat prakiraan curah hujan yang tinggi akan turun hampir setiap hari pada pekan awal bulan Desember 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Balangan akan menerima curah hujan antara 100–150 milimeter per dasarian. Sementara itu, kawasan hulu dan tengah mencapai angka 150–200 milimeter, dengan frekuensi hujan empat sampai enam hari dalam seminggu.
“Meskipun belum masuk kategori ekstrem, curah hujan yang tinggi dan berulang tetap berpotensi menimbulkan gangguan seperti genangan, peningkatan debit sungai, dan longsor lokal di daerah perbukitan,” jelasnya, Rabu (3/12).
BPBD juga mengingatkan potensi terjadinya banjir bandang skala lokal, terutama akibat kontur pegunungan Meratus dan banyaknya aliran sungai kecil yang mudah meluap saat hujan terus-menerus. Beberapa kawasan yang telah dipetakan sebagai wilayah rawan antara lain Simpang Nadung, Kembang Kuning, dan Uyam di Kecamatan Tebing Tinggi; Marindi, Putat Basiun, serta Bihara Hilir di Awayan; beberapa titik hulu di Halong; hingga kantong sungai kecil di Batumandi. Sedangkan untuk potensi banjir besar dan genangan kiriman dari hulu dapat terjadi di Paringin, Paringin Selatan, Lampihong, dan Juai.
“Kami imbau warga untuk selalu memantau lingkungan sekitar, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan lereng Meratus. Juga penting untuk mengamankan barang penting, memantau ketinggian air secara berkala, serta menghindari aktivitas di area rawan saat hujan deras,” ujar Jumaidil.
Ia juga menekankan pentingnya mengikuti peringatan dini dari BMKG dan informasi melalui Sistem Informasi Gabungan Bencana Daerah (SIGAB) BPBD. Warga juga disarankan menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, air minum, obat-obatan, dan senter.
Pemerintah Kabupaten Balangan telah menetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi sejak 12 November 2025 hingga 31 Januari 2026. Berbagai langkah kesiapsiagaan telah dilakukan, antara lain rapat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, perangkat daerah, relawan, dan instansi vertikal; apel siaga untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan; pemasangan papan peringatan di titik rawan; monitoring debit sungai; serta edukasi kesiapsiagaan melalui berbagai kanal.
“Semua langkah ini bertujuan agar masyarakat siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu dan dapat menekan risiko bencana sejak awal,” tambahnya. (dri/jrx).

