Banjir 2025 Rusakkan Jembatan Gantung, Hingga Kini Pelajar di Desa Tumingki Harus Menyeberang Sungai dengan “Gitik” Untuk ke Sekolah

KANDANGAN (eMKa) – Warga Desa Tumingki, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), masih merasakan dampak banjir yang terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025 lalu.

Salah satu dampak tersebut adalah rusaknya jembatan gantung desa, yang membuat anak-anak harus menyeberang sungai menggunakan alat tradisional untuk menuju sekolah.

Kepala Desa Tumingki, Yadi, mengatakan jembatan gantung tersebut merupakan salah satu infrastruktur penting yang menjadi akses terdekat menuju beberapa desa di Kecamatan Loksado bahkan hingga Ibukota Kabupaten di Kandangan.

“Sejak rusak akibat banjir, hingga saat ini jembatan ini belum dapat digunakan oleh warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/2).

Menurutnya masyarakat yang paling merasakan dampak rusaknya jembatan ini adalah para pelajar dan guru.

“Pelajar dan guru ini setiap hari harus menyeberangi sungai menggunakan alat dari bambu yang dikenal masyarakat setempat sebagai “Gitik” untuk dapat sampai ke sekolah.

Meskipun jarak penyeberangan tidak terlalu jauh, namun hal ini jelasnya sering menyebabkan keterlambatan dalam proses belajar mengajar.

Selain itu, kondisi air sungai yang deras dengan debit tinggi setelah hujan juga menjadi kekhawatiran besar bagi orang tua terkait keselamatan anak-anak mereka.

Meski lokasi dan kondisi jembatan ini telah disurvei dan diukur oleh pihak TNI beberapa waktu lalu. Namun tegasnya hingga saat ini belum ada informasi mengenai jadwal pembangunan ulang jembatan tersebut.

Dirinya sebagai Kepala Desa Tumingki mewakili seluruh warga sangat berharap agar pembangunan jembatan dapat segera dilaksanakan.

Agar kekhawatiran para orang tua akan keselamatan anak-anaknya yang harus menyeberang sungai untuk bersekolah tidak terpikir lagi. ” Denga diperbaikinya jembatan tersebut tentu aktifitas warga akan kembali normal,” pungkasnya. (wan/jrx).


Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *