Jamaah Mesjid Al Ummah Pilah Sampah untuk Sedekah

BANJARMASIN (eMKa) – Jamaah Masjid Al Ummah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin antusias mengikuti kegiatan pemilahan sampah yang kemudian dijadikan sedekah. Prinsip menjadikan sampah yang semula menjadi masalah bertransformasi menjadi berkah, benar-benar terwujud melalui gerakan yang dipraktekkan oleh jamaah dan dimotori para pengurus Masjid Al Ummah.

Menurut Koordinator Sedekah Sampah Masjid Al Ummah, H. Muhdiansyah, pengumpulan sampah terpilah ini telah dimulai sejak tanggal 1 Rajab tahun 1447 Hijriah, atau setara dengan tanggal 21 Desember 2025 yang disetor setiap hari Minggu, tepat setelah pengajian yang rutin dilaksanakan di masjid tersebut.

“Jamaah memilih untuk berkontribusi mengurangi sampah dan kemudian mensedekahkannya ke pengelola masjid. Pilihan bentuk sedekah ini karena jamaah tidak mengharapkan pendapatan apapun dari hasil pemilahan sampah tersebut, tetapi semua hasilnya akan digunakan untuk kas pengelolaan masjid,” tutur Muhdi – sapaan akrabnya – disela proses pengangkutan hasil pemilahan sampah yang dilakukan pada Minggu (8/2).

Berbagai jenis sampah yang berhasil dipilah oleh jamaah meliputi kardus, kertas HVS, kertas duplex, kertas buram, buku bekas, majalah, botol plastik mineral, gelas mineral, kemasan plastik bekas untuk sabun dan sampo, kaleng-kaleng bekas, serta berbagai jenis logam yang dapat didaur ulang.

Program pemilahan sampah dari sumbernya, terutama dari rumah tangga jamaah menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi timbulan sampah di Kota Banjarmasin. Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah yang bertujuan menyelesaikan permasalahan sampah dari sumbernya, mengingat sumber sampah terbesar di wilayah tersebut berasal dari rumah tangga.

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, kontribusi sampah yang dihasilkan dari rumah tangga berkisar antara 50 sampai 60 persen dari total timbulan sampah secara keseluruhan. “Sehingga kalau setiap rumah tangga sudah mampu memilah sampahnya sendiri dan kemudian menjadikannya sebagai tabungan di Bank Sampah atau sebagai sedekah sampah seperti yang kami lakukan, maka akan memberikan dampak yang signifikan untuk mengurangi timbulan sampah di lingkungan kita,” tambah Muhdiansyah.

Menurut H. Muhdiansyah, kegiatan sedekah sampah ini akan terus dilakukan secara teratur setiap hari Minggu setelah pengajian Subuh. Saat ini, terlihat bahwa jumlah jamaah yang berpartisipasi dalam memilah sampah semakin banyak dari hari ke hari.

Aktivitas gerakan sedekah sampah di Masjid Al Ummah ini juga mendapatkan apresiasi langsung dari Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Fathurrahman saat menyaksikan proses pengangkutan sampah yang dilakukan oleh pihak Bank Sampah Induk Baiman Banjarmasin.

“Ini adalah praktik sesungguhnya dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Saya yakin kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bernilai pahala karena kita turut serta menyelamatkan bumi dari beban tumpukan sampah,” ujar Fathurrahman.

Terkait gerakan pemilahan sampah yang kini berkembang di kalangan jamaah masjid, Fathurrahman menjelaskan bahwa perhatian tidak hanya fokus pada jumlah partisipan saja, tetapi nilai kepedulian yang tumbuh di tengah komunitas itulah yang sesungguhnya menjadi bagian penting dari komitmen jamaah Muhammadiyah untuk menyelamatkan semesta alam.

“Beberapa masjid lain di wilayah Banjarmasin juga sudah mulai mengembangkan semangat yang sama untuk mengajak jamaahnya memilah sampah. Di antaranya adalah Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Masjid Mukhlisin Jalan Manggis, Masjid Istiqomah Kelayan B, Masjid Al Muhajirin HKSN, dan kini juga bergabung Masjid Al Ummah Banjarmasin,” ungkapnya.

Hasil dari pengumpulan tahap pertama menunjukkan bahwa sampah yang terkumpul mencapai jumlah setengah ton, dengan nilai yang dihasilkan sebagai sedekah sebesar Rp600.000.

Pada momen pengangkutan sampah sedekah ini, turut dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah Al Ummah, H. Muhammad Rafi’ei Makmun, bersama beberapa pengurus masjid serta pengurus Aisyiah setempat. (fat/toy).


Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *